debioka

Potensi Enzim Hyaluronidase dari Lintah sebagai Antibiotik

In Artikel on 10/04/2009 at 07:27

Mungkin kita sering mendengar tentang lintah atau pacet. Hewan ini memang sering dikonotasikan sebagai vampire darat karena gemar mengisap darah. Tetapi beberapa tahun akhir  ini lintah justru digunakan sebagai terapi pengobatan. Dalam tulisan ini akan mengulas mengapa lintah dipergunakan sebagai pengobatan alternatif beberapa penyakit.

Lintah atau pacet adalah sejenis cacing yang banyak terdapat di hutan hujan tropis, tempat yang lembab, sungai, danau, rawa dan laut. Di tempat-tempat berkemah yang dekat sungai, air terjun, dan jalur pendakian yang lembab, pacet mudah ditemukan. Mengingatkan pada salah satu kecamatan di wilayah mojokerto yaitu pacet dimana daerah itu merupakan daerah dataran tinggi dan banyak terdapat banyak lintah, mungkin ini salah satu asal mula mengapa dinamai pacet!

Tubuh pacet terdiri dari bagian-bagian seperti cincin yang dapat mengerut maupun mengembang, dengan tubuh berwarna hitam, merah atau berbintik. Bagian tubuh pacet peka cahaya, sentuhan, suhu, dan cuaca. Pacet memiliki alat pengisap berbentuk bulat di kedua ujung tubuhnya. Di tengah-tengah alat pengisap bagian depan terdapat mulut dan gigi. Kebanyakan pacet hidup sebagai parasit dengan cara mengisap darah atau jaringan tubuh binatang lain sebagai makanan. Ada juga yang hidup dengan makan sisa-sisa binatang dan tumbuhan.

Pacet menyerang korban dengan menggunakan alat pengisap bagian depan, lalu melukai dan mengisap darahnya. Pacet pengisap darah menghasilkan suatu cairan yang mampu mencegah terjadinya penggumpalan dan pengeringan darah, sehingga mempermudah pengisapan. Efek ini merupakan akibat dari enzim yang diekskresikan oleh lintah. Enzim yang dihasilkan oleh lintah adalah Hyaluronidase.

Hyaluronidase pertama kali dikenalkan oleh Karl Meyer (1934) sebagai enzim yang mendegradasi hyaluronan. Hyaluronidase adalah kelompok dari enzim yang aktif pada pH asam dan  netral. Berdasarkan spesifitasnya hyaluronidase dibagi menjadi dua kelompok, yaitu hyaluronidase yang non-spesifik dan yang spesifik mendegradasi hyaluronan. Enzim hyaluronidase dengan spesifitas mendegradasi hyaluronan mempunyai kegunaan yang sangat besar dalam ilmu pengetahuan dan kesehatan.

Hyaluronidase lintah (E.C. 3.2.1.36) yang merupakan endo-β-glukuronidase, mendegradasi hyaluronan dengan produk akhir tetrasakarida (produk utama) dan heksasakarida. Enzim ini diisolasi dari lintah Hirudo medicinalis dan spesifik untuk substrat hyaluronan (Linker et al., 1960). Hyaluronidase digunakan dalam bidang kesehatan untuk membantu penyebaran zat anastesi dan antibiotic serta sebagai inhibitor angiogenesis dalam pengobatan kanker. Potensi lintah pada bidang kesehatan sangat besar karena enzim yang dihasilkan dapat bersifat sebagai antibiotic.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: